Selasa, 09 Oktober 2012

Kesimpulan Artikel-Artikel Tentang Penulisan Buku Teks Pelajaran dan Hasil Wawancara Penulis

Anggota Kelompok :
Erwin Abdilah( 1215106100 )
Gusti Ngurah Ariska Putra ( 1215106076 )
Niser (1215106068)

Dari ke 5 artikel yang telah dianalisis disimpulkan menjadi seperti di bawah ini 
: PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN 

Buku pelajaran, adalah bahan/materi pelajaran yang dituangkan secara tertulis dalam bentuk buku yang digunakan sebagai bahan pegangan belajar dan mengajar baik sebagai pegangan pokok maupun pelengkap. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penulisan buku teks pelajaran yang dapat diawali dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). SKKD adalah standar isi buku yang mengacu kepada kurikulum yang sedang digunakan. Penulis juga bisa melihat Permendiknas Nomor 22 Tahun berisi Standar Isi. Standar Isi (SI) itu berisi materi-materi umum yang masih perlu dijabarkan. Materi umum itu disebut Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). Dengan demikian, buku yang akan dibuat sesuai dengan kurikulum yang berlaku sekaligus standar isi yang telah ditetapkan karena kelayakan buku teks pelajaran meliputi 3 komponen antara lain : 1. Isi 2. Bahasa 3. Kegrafikan

2. Menyusun peta konsep. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian materi yang mengacu kepada SKKD, semacam daftar isi.

3. Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep.

Dalam mengumpulkan materi penulis sebaiknya memperhatikan hal ini seperti :
1. Materi yang dikumpulkan memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
2. Isi materi harus relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
3. Materi sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
4. Materi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Materi sesuai dengan jenjang dan sasaran
6. Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
7. Pada materi tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau SARA
Penyajiannya juga harus memperhatikan :
1. Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
2. Saling memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
3. Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
4. Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
5. Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
6. Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal.
Dalam penggunaan bahasa pada materi juga harus diperhatikan, mulai dari :
1. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
3. Menggunakan istilah, kosakata, indeks, simbol yang mempermudah pemahaman pembaca
4. Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan.
Jika dalam materi buku teks akan menggunakan ilustrasi-ilustrasi, sebaiknya ilustrasi tersebut
1. Relevan dengan konsep, prinsip yang disajikan.
2. Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
3. Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
4. Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi
Setelah penulis mengumpulkan materi atau bahan yang akan digunakan pada buku teks, penulis harus mengikuti kerangka umum/sistematika isi dari buku teks karena urutan penyajian buku teks juga sangat penting.
Kerangka dari isi buku teks meliputi : Bagian awal yang berisi : Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit. Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.

Bagian isi Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal. Bagian akhir Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain : lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca Kepustakaan, ada beberapa cara menuliskan kepustakaan, namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, dengan ketentuan sebagai berikut : Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu Kepustakaan disusun dengan urutan abjad 3. Indeks : pencantuman indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu
4. Langkah berikutnya bisa disebut penulis melakukan penyuntingan terhadap buku ajar. Penulis bisa melihat instrumen penilaian buku teks pelajaran. Dengan menyunting, penulis dapat mengetahui kesalahan-kesalahan pada penulisan buku.

Berikut instrumen penilaian buku teks pelajaran :
A. Isi buku teks, meliputi:
a. Kelayakan isi, subkompenen: - Kesesuaian uraian materi dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), meliputi butir:
(1) keluasan materi, (2) kedalaman materi, dan (3) pemilihan tema.
b. Keakuratan materi, meliputi butir: (1) ketepatan konsep, (2) keotentikan materi, dan (3) ketepatan prosedur.
c. Materi pendukung, meliputi butir: (1) kesesuaian dengan perkembangan ilmu; (2) kemutakhiran wacana; (3) keingintahuan dan giat untuk belajar; (4) keberagaman sosial dan budaya; (5) ketersajian lingkungan; (6) kecakapan hidup; dan (7) kecintaan terhadap bahasa Indonesia II.
d. Kelayakan penyajian, subkomponen: - Teknik penyajian, meliputi butir: (1) kekonsistenan sistematika, (2) kesinambungan antarbab, (3) keruntutan konsep, dan (4) kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam bab.
e. Penyajian pembelajaran, meliputi butir: (1) berpusat pada peserta didik; (2) ketersuguhan metakognisi peserta didik; (3) ketersuguhan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif termasuk melalui metode inkuiri/eksperimen; (4) metode pembelajaran tematis; dan (5) variasi pengajaran
f. Kelengkapan penyajian, meliputi butir: (1) pengantar, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) glosarium, (5) daftar pustaka, (6) daftar indeks subjek dan orang, (7) identitas tabel dan gambar, (8) rangkuman dan refleksi, dan (9) evaluasi.

B. Bahasa buku teks, meliputi:
I. Kelayakan bahasa, subkomponen:
a. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, meliputi butir: (1) kesesuaian dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik, dan (2) kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial-emosional peserta didik.
b. Komunikatif, meliputi butir: (1) keterpahaman pesan, (2) ketepatan tata bahasa dan ejaan, dan (3) kebakuan istilah dan simbol.
c. Keruntutan dan kesatuan gagasan,meliputi butir: (1) keutuhan makna dalam bab, (2) keutuhan makna dalam subbab, (3) keutuhan makna dalam paragraf. (4) keterpautan antarbab dalam satu buku, (5) keterpautan antara bab dan subbab, antarsubbab dalam satu bab (6) kebertautan antara paragraf dalam subbab, dan (7) kebertautan antarkalimat dalam satu paragraf.

II. Kelayakan penyajian, subkomponen:
a. Teknik penyajian, meliputi butir: (1) kekonsistenan sistematika, (2) kesinambungan antarbab, (3) keruntutan konsep, dan (4) kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam bab.
b. Penyajian pembelajaran, meliputi butir: (1) berpusat pada peserta didik; (2) ketersuguhan metakognisi peserta didik; (3) ketersuguhan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif termasuk melalui metode inkuiri/eksperimen; (4) metode pembelajaran tematis; dan (5) variasi pengajaran
c. Kelengkapan penyajian, meliputi butir: (1) pengantar, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) glosarium, (5) daftar pustaka, (6) daftar indeks subjek dan orang, (7) identitas tabel dan gambar, (8) rangkuman dan refleksi, dan (9) evaluasi.

C. Komponen kegrafikaan, subkomponen:
1. Ukuran buku
2. Desain Kulit buku, meliputi butir: (1) tata letak, (2) tipografi, dan (3) ilustrasi
3. Desain isi buku, meliputi butir: (1) tata letak, (2) tipografi, dan (3) ilustrasi

Laporan Hasil Wawancara 
Tema : Pengalaman Menulis Buku Pelajaran Narasumber : Dra.Gusti ayu Ekawali S.pd Waktu : 18:30 – 19:00 WIB Tanggal : 01 – oktober - 2012 Tempat : di Rumah Narasumber

Hasil wawancara : Buku teks berasal dari istilah text book dalam bahasa Inggris yang oleh Encols dan Sadily diterjemahkan sebagai buku pelajaran. Buku teks dalam hal ini mencakup semua jenis buku yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan proses pembelajaran. Buku teks merupakan buku pelajaran dalam bidang studi tertentu yang merupakan buku standar disusun oleh para ahli/pakar dalam bidang tersebut untuk maksud dan tujuan instruksional yang diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami para pemakainya di sekolah-sekolah/ perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran yang terdiri atas dua tipe (buku pokok dan tambahan).
Kami mewawancarai seorang penulis buku teks pelajaran,beliau memberitahu bahwa membuat/menulis sebuah buku teks pelajaran itu rada-rada susah. Tidak semudah membuat makalah yang kebanyakan di lakukan para mahasiswa meng COPAS dari internet,”kata beliau”. Beliau tertarik menulis buku pelajaran sejak tahun 2006 sampai sekarang 2012. Beliau menulis 4 buku, di antara lain nya “Sejarah,kewirausahaan,IPS SMK, dan seni budaya untuk SMK. Karna beliau berprofesi sebagai Guru SMA dan SMK swasta di Jakarta dan depok. Beliau menulis semua buku tersebut menggunakan bahasa Indonesia, tidak ada bahasa inggris nya. Beliau mendapatkan inspirasi menulis buku itu dari Kegiatan MGMP dan kelompok dari guru-guru bidang studi. Dari situ lah beliau mendapatkan inspirasi untuk menulis sebuah buku teks pelajaran. Beliau berpesan untuk kepada orang tua murid untuk di tuntut memilih buku yang baik untuk anak-anak nya belajar. Karna di jaman sekarang sudah ada buku-buku teks pelajaran yang berisi kan materi porno/tidak layak di lihat anak-anak.
Buku-buku beliau ini segmentasi nya sudah sangat jelas, berusaha dalam rangka intern untuk memenuhi kebutuhan siswa di kalangan anak didik sendiri. Beliau selalu berpesan untuk selalu memberi kritik dan saran pada anak-anak/orang tua yang membaca buku nya. Di karenakan kritik dan saran akan membantu untuk kesempurnaan sebuah buku pelajaran tersebut. Untuk para orang tua biasakan lah memperkenalkan buku kepada anak-anak nya di usia dini, supaya memicu anak untuk gemar membaca,”kata beliau”. Beliau dalam keseharian nya di tempat mengajar , melihat anak murid yang kurang mampu tidak mampu membeli buku teks pelajaran, beliau menyuruh murid-murid nya untuk memfotocopy, karna semua murid wajib mempunyai buku teks pelajaran. Beliau berpesan kepada pemerintah untuk memberikan sumbangan berupa buku-buku pendukung atau memperbolehkan untuk meminjam kepada masyarakat umum. Karna semua orang berhak mendapatkan buku untuk belajar, kata pepatah “ Buku adalah gudang nya ilmu pengetahuan” kata-kata itu yang membuat beliau berupaya untuk murid-murid nya agar mempunyai buku teks pelajaran walaupun fotocopy an. Harapan beliau terhadap pemerintah maupun terhadap masyarakat untuk menyambut baik,serta memberikan motivasi dan mengadakan lokakarya lebih jauh untuk penulisan buku teks pelajaran. Sekian dan terima kasih.

KESIMPULAN ANALISIS ARTIKEL DENGAN HASIL WAWANCARA 
Dari penjabaran diatas,dapat simpulkan dalam menyusun buku teks pelajaran: Dalam wawancaranya penulis mengatakan masih ada buku yang tak layak dipakai seperti terkandungnya kata-kata tak senonoh dalam buku ajar. Ini mengartikan bahwa dalam penulisan buku, aspek materi sekaligus aspek bahasa. Aspek materi : Berikut yang harus diperhatkan dalam penulisan buku teks dalam segi materi yang di kandung :
1. Materi yang dikumpulkan memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
2. Isi materi harus relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
3. Materi sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
4. Materi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Materi sesuai dengan jenjang dan sasaran
6. Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
7. Pada materi tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau SARA.
Sesuai apa yang dikatakan penulis tadi , maka buku ajar yang didalamnya terkandung kata-kata tak senonoh tersebut, tidak memenuhi aspek kelayakan materi di point 5 diatas yaitu materi sesuai dengan jenjang dan sasaran.
Aspek bahasa : Dalam aspek kebahasaan, yang perlu diperhatikan :
1. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
2. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
3. Menggunakan istilah, kosakata, indeks, simbol yang mempermudah pemahaman pembaca
4. Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan.
Terkait dengan kata-kata yang tidak senonoh, maka aspek bahasa merupakan aspek yang paling terkait dengan kesalahan tersebut.
Dalam point 1 dan 2 di atas menyebutkan harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang berarti penulis harus dapat memilih kata-kata yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku sekaligus juga memerhatikan tingkat kematangan sasaran pembaca. Maka dari itu aspek materi dan bahasa dalam penulisan buku teks, merupakan hal pokok dalam penulisan yang harus diperhatikan penulis.

 Anggota : Erwin abdilah, Gusti Ngurah Ariska Putra dan Niser

Tidak ada komentar:

Posting Komentar